Home Blog

PKBM Hutuo Lestari dan Agraria Institute Gorontalo berkolaborasi membuka kelas jauh

0

Wonosari – Pembelajaran pendidikan kesetaraan paket C Rombongan Belajar (Rombel) SP3 resmi dibuka, Senin, 23 Agustus 2021.

Rombongan belajar ini terbentuk atas kerja sama antara Agraria Institute Gorontalo bersama PKBM Hutuo Lestari.

Agraria Institute Gorontalo merupakan lembaga non pemerintahan yang fokus terhadap lingkungan hidup dan juga budaya.

Hadirnya PKBM Hutuo Lestari sebagai mitra pendidikan di wilayah binaan Agraria Institute Gorontalo diharapkan bisa membantu warga yang ingin melanjutkan pendidikan.

Sejak dibuka pendaftaran, PKBM Hutuo Lestari menerima sekitar 12 warga yang ingin melanjutkan pendidikan.

Dengan rincian 11 orang pada jenjang Paket C, dan sisanya jenjang Paket B.

Pada acara pembukaan tersebut juga disepakati kontrak belajar peserta didik setiap hari kamis sore, dengan menyesuaikan waktu para peserta didik.

Selain itu PKBM Hutuo Lestari juga menghadirkan pengurus TBM Kuncup Mekar Yogyakarta, Andriyanta dan Mulyatno yang sedang berada di Gorontalo.

Dengan harapan pengurus TBM Kuncup Mekar Yogyakarta yang pernah masuk nominasi Kick Andy Heroes 2016 tersebut bisa berbagi pengalaman kepada warga yang ada di sana.

Mengingat di sana juga sedang berlangsung program Sekolah Kampong, dan pengembangan perpustakaan ‘Pabuto-Nantu’.

Nestapa Operator dan Tutor PKBM yang tak pernah mendapat perhatian

0

Suaranya terdengar serak kurang sehat, namun tertawanya begitu lepas dan bahagia dari ujung telepon.

“Waalaikumsalam, Alhamdulillah masih belum sehat ini,” jawab Ayu.

Sri Wahyunita Daud (32), perempuan yang akrab disapa Ayu ini sudah memulai karir sebagai operator sejak tahun 2006. Dimulai dari salah satu SDN di Limboto, Gorontalo, hingga akhirnya memutuskan menjadi operator PKBM.

Pendidikan nonformal dianggap memiliki peran yang penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia, karena dianggap sebagai pendidikan alternatif yang saling melengkapi dengan pendidikan formal.

Jika dilihat dari beberapa aspek, pendidikan nonformal memiliki sejumlah kelebihan seperti waktunya yang lebih fleksibel, bahan ajar yang bisa dikembangkan sesuai kebutuhan warga belajar, usia warga belajar tidak dibatasi, dan peserta yang heterogen.

Namun, pendidikan nonformal bukan tanpa kekurangan. Salah satu kekurangan yang ada pada pendidikan nonformal dalam hal ini Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) adalah kesejahteraan operator dan tutor.

“kita [operator] kan tumpuhan dari setiap lembaga,” tegas Ayu.

Pada tahun 2006 hingga 2009 Ayu menjadi operator di SDN 1 Limboto. Kemudian tahun 2009 merangkap operator di PKBM dan honor di dinas cabang Limboto. Tahun 2014 fokus di PKBM.

Sejak pandemi Covid-19 melanda di Indonesia dua tahun belakangan ini, Ia cukup merasakan perbedaan, mulai dari sistim belajar mengajar hingga kesejahteraan sebagai operator.

“Lagi corona begini, jadi berbeda soal kesejahteraan,” keluh Ayu.

Koordinator tim komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo Sofyan Puhi dalam kunjungan kerjanya di PKBM Hutuo Lestari mengatakan jika operator, tutor ataupun guru di formal itu memiliki hak yang sama.

“Guru-guru yang ada di pendidikan nonformal ini juga diberikan hak hak yang sama dengan guru nonformal, hanya tampilan yang beda tetapi hak sama,” kata Sofyan Puhi, Selasa (3/8).

Sebagai operator PKBM, honor memang sudah tidak menentu jauh sebelum pandemi menyerang, karena honor yang diterima berdasarkan dari dana BOP yang cair setiap enam bulan sekali.

“Sekitar 250rb begitulah diterima tiap bulan, dikali 6 bulan. Ya kira-kira 1,5 juta tiap semester. Nanti [cair] setiap ada dana,” ungkap Ayu.

Sejak tahun 2009 hingga tahun 2021 honor yang diterima Ayu sebagai operator justru mengalami penurunanan karena berbagai faktor. Namun, Ia tidak pernah mengeluh.

“Iya cukup, tapi kalau seandaianya tidak cukup cari tambahan pemasukan dari membantu menyiapkan dokumen-dokumen PNS atau guru-guru yang sedang mengurus kenaikkan pangkat. Cari dana sampinganlah,” ujarnya.

Terkait honorarium untuk operator maupun tutor di PKBM sebenarnya sudah termasuk dalam dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) karena regulasi sudah diatur oleh kementerian.

“Kalau di pendidikan nonformal bisa di ambil dari BOP tapi jumlahnya kan kecil, hal itu perlu regulasi yang [harus] kita bicarakan dan perjuangkan lagi karena regulasinya kementrian yang buat,” imbuh Sofyan.

Di Kabupaten Gorontalo terdapat 25 PKBM yang aktif dari total keseluruhan 35 lembaga. Di tengah pandemi Covid-19 ini, keberlangsungan lembaga mereka diuji karena ketersediaan dana BOP yang terbatas, termasuk tidak termasuknya honor operator di dana BOP tahun 2021.

“Kalau itu tidak ada di BOP seharusnya itu diberikan dana dari kabupaten,kota dan provinsi,” ujar Sofyan di kesempatan yang sama.

Sofyan juga tak menampik jika memang benar masih ada beberapa kekurangan, dan DPRD Provinsi akan mengambil bagian untuk memberikan dorongan kepada mereka tanpa melihat lembaga tersebut aktif atau tidak.

Ia beranggapan jika mereka tidak aktif karena keberadaan operator atau tutornya yang kurang dan tidak jelas haknya.

Masa depan Operator dan Tutor PKBM

Tahun 2021 ini pemerintah masih membuka lowongan pengangkatan CPNS meski pandemi Covid-19 belum berakhir. Namun hanya ada dua pengangkatan yaitu PNS dan PPPK, sementara di pendidikan nonformal hanya akan ada PPPK dan belum melibatkan operator.

“Tidak tertarik mengikuti pengangkatan PPPK atau PNS. Tidak mau karena tidak hobby PNS,” ucap Ayu dari ujung telepon.

Tidak adanya formasi bagi operator dan tutor atau pamong di lembaga nonformal dikarenakan kecilnya kuota yang ada di Provinsi Gorontalo.

Selain itu pemerintah juga masih akan meninjau data yang ada pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) terkait peserta didik, tutor, dan sarana prasarana yang ada di satuan pendidikan formal maupun nonformal.

“Yang direkrut kemarin itu baru guru-guru, tetapi yang tidak ada hari ini adalah tenaga pendidik di nonformal, [karena] pamong itu tidak dimasukan dalam formasi,” Sofyan menambahkan.

Masalah pendidikan di Indonesia memang masih cukup kompleks. Termasuk persoalan terkait hak-hak operator ini tidak hanya terjadi pada lembaga pendidikan nonformal, namun terjadi juga pada pendidikan formal.

“Yang kita perjuangkan kedepan adalah penambahan kuota pamong dan operator, bukan hanya di nonformal yang kurang tetapi di pendidikan formal juga begitu,” pungkas Sofyan Puhi.

Ayu hanya berharap mendapat kenaikan gaji selain dari dana BOP karena menurutnya operator adalah tumpuhan dari setiap lembaga.

“Saya berharap ada gaji tambahan selain dari dana BOP, ya karena kita [operator] kan tumpuhan dari setiap lembaga,” ungkapnya.

Selama ini operator ini tidak ada gaji, hanya disisihkan dari gaji tutor. Menurutnya operator sangat bergantung dari tutor-tutornya. Selain itu, honor dari operator juga tergantung dari dana yang didapatkan.

Oleh karena itu, Ayu berharap ada kebijakan dari pemerintah untuk memperhatikan nasib dari tenaga operator dan tutor di lembaga nonformal, dalam hal ini PKBM.

“Tenaga kita operator itu kan siang malam 24 jam, 750ribu lah so kuat itu. Debo so kuat itu, jang minta yang lebih2 uti,” tutup Ayu.

Penyerahan Ijazah Paket C 2021 secara simbolis oleh Ketua Komisi IV DPRD Prov Gorontalo

2

Dalam rangka kunjungan kerja pimpinan dan anggota DPRD dalam daerah, komisi IV DPRD Prov Gorontalo yang membidangi kesejahteraan sosial dan Iptek melakukan kunjungan kerja ke PKBM Hutuo Lestari. Dalam kunjungan kerja ini dibuka dengan perkenalan dari Ibu Khusnul selaku tim pendamping dari BP Paud Dikmas Gorontalo tentang keaktifan PKBM Hutuo Lestari dalam menuntaskan buta aksara hingga ke suku Polahi.

Selanjutnya Koordinator Komisi IV Sofyan Puhi menanyakan mengenai perkembangan PKBM selama ini. Dalam perkembangannya tentunya PKBM Hutuo Lestari alhamdulillah sudah terakreditasi A, sudah memiliki lulusan yang berkompeten dan bermakna, sudah memiliki lebih dari 200 peserta didik ditahun ajaran baru ini yang terinput di dapodik serta rombongan belajar yang berhasil menjangkau daerah-daerah terpencil.

Sedikit curhat, pengelola PKBM Hutuo Lestari, Paramita Kinanti menyampaikan bahwasanya sebagai satuan lembaga terus berupaya untuk menjadi PKBM rujukan bagi pemecahan masalah masyarakat khususnya peserta didik pindahan baik dari luar maupun dalam negeri.
Yang menarik, tim komisi IV setuju dan akan berupaya menyelaraskan data buta huruf di Gorontalo. Ada juga motivasi agar PKBM Hutuo Lestari dapat berperan sebagai mata rantai sistem pembelajaran di masyarakat dengan membuka layanan homeschooling.

Dialog

Setelah hampir satu jam selaku pengelola berdialog dengan tim komisi IV ini, ada beberapa hal juga yang menjadi aspirasi yang berhasil disampaikan mengenai PKBM, diantaranya:
1. Kesejahteraan Tutor dan Operator
2. Formasi ASN Nonformal
3. Sarana dan Prasarana menghadapi AKM
4. Lapangan Pekerjaan bagi Lulusan Paket C

Sebelum berakhir, selaku pengelola menanyakan juga tujuan dari adanya kunjungan kerja ini, dan dengan jujur Koordinator Komisi IV Sofyan Puhi menyampaikan bahwa benar ini kali pertama adanya kunjungan ke PKBM karna memang ingin mengetahui bagaimana sistem kelola dan pembelajaran PKBM, agar bisa semakin menjadi perhatian kedepannya.

Dalam kesempatan emas ini juga, pengelola PKBM Hutuo Lestari memohon kesediaan Bapak Ketua Komisi IV Hamid Kuna untuk menyerahkan secara simbolis Ijazah Paket C kepada salah satu lulusan Tahun Pelajaran 2020/2021 Abdulkhair Syabani.
Beliau juga menyampaikan pesan kepada seluruh perwakilan peserta didik yang sempat hadir, agar terus semangat karena Ijazah nonformal ini sudah diakui.

Tiga PKBM di Kabupaten Gorontalo membentuk Saka Widya Budaya Bakti

Gorontalo,– Masuknya pendidikan Pramuka pada petunjuk teknis BOP pendidikan kesetaraan 2021 berupa Pembentukan Saka Widya Budaya Bakti patut diapresiasi, karena Pramuka dianggap sebagai wadah yang tepat untuk pembentukan karakter seperti jiwa kepemimpinan, kerja sama, solidaritas, mandiri, dan keberanian para peserta didik.

Hal itulah yang mendorong tiga PKBM di Kabupaten Gorontalo, yakni PKBM Hutuo Lestari, PKBM Sinar Mulia, dan PKBM Al Hujrah membentuk Saka Widya Budaya Bakti, yang dilaksanakan di Desa Puncak, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo 9-10 Juli 2021.

Saka Widya Budaya Bakti merupakan gerakan dalam upaya pendidikan karakter melalui pengembangan minat, bakat, pengetahuan, dan pengalaman peserta didik anggota Pramuka, dalam bidang Pendidikan dan Kebudayaan.

Perwakilan PKBM Hutuo Lestari, sekaligus Ketua Forum PKBM Kabupaten Gorontalo saat memberikan sambutan di hari pertama Saka Widya Budaya Bakti, Jumat, 9 Juli 2021. (Foto/ Tim Dok. PKBM Hutuo Lestari)

“Semoga teman-teman sekalian bisa benar-benar menerapkan 10 Dasa Dharma Pramuka pada kehidupan sehari-hari,” kata Paramita Kinanti, S.Pd perwakilan PKBM Hutuo Lestari sekaligus Ketua Forum PKBM Kabupaten Gorontalo saat memberikan sambutan.

Hari pertama diawali dengan kegiatan api unggun, dengan harapan para peserta didik dapat menumbuhkan semangat gotong royong, mempererat persaudaraan, hingga menambah rasa keberanian dan kepercayaan diri.

Kegiatan dilanjutkan pada hari berikutnya, di mana para peserta mendapatkan pembekalan dan materi dari pembina pramuka, dalam hal ini kak Anis Nuna, yang juga selaku Ketua Kwartir Ranting Kecamatan Pulubala.

Ketua Kwartir Ranting Kecamatan Pulubala, Kak Anis Nuna memberikan pembekalan dan materi terkait 7 Krida Saka Widya Budaya Bakti. (Foto/Tim Dok. PKBM Hutuo Lestari)

Dalam materinya, kak Anis Nuna menjelaskan pentingnya 7 krida Saka Widya Budaya Bakti, diantaranya: Krida Pendidikan Masyarakat, Krida Anak Usia Dini, Krida Pendidikan Kecakapan Hidup, Krida Bina Sejarah, Krida Bina Seni dan Film, Krida Bina Nilai Budaya, dan Krida Bina Cagar Budaya dan Museum.

Diharapkan Saka Widya Budaya Bakti ini bisa menjadi wadah kegiatan khusus dalam bidang Pendidikan dan Kebudayaan di lingkungan Gerakan Pramuka, guna memupuk, mengembangkan, membina dan mengarahkan minat dan bakat generasi muda terhadap peran pendidikan masyarakat dan pelestari budaya bangsa khususnya pendidikan anak usia dini, nonformal dan informal.

Pengumuman Kelulusan Paket B PKBM Hutuo Lestari

0

Pada hari Rabu, 2 Juni 2021 telah dilaksanakan Rapat Dewan Tutor PKBM Hutuo Lestari yang berjumlah 14 orang, dimana rapat dewan tutor tersebut dihadiri oleh ketua, tutor dan tenaga kependidikan yang ada di satuan lembaga khususnya yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan Paket B. Rapat Dewan Tutor tersebut bertujuan untuk menetapkan kelulusan peserta didik paket B tingkat IV setara kelas IX Tahun Pelajaran 2020 / 2021.

Adapun tindak lanjut dari hasil dari rapat dewan tutor tersebut adalah pelaksanaan pengumuman kelulusan paket B pada hari ini Jumat, 4 Juni 2021. Hal ini tentunya merujuk pada Prosedur Operasional Standar Ujian Pendidikan Kesetaraan Tingkat Satuan Pendidikan (POS UPK) Tahun Pelajaran 2020/2021.

Berdasarkan SK Nomor 027/PKBM-HL/S-KEP-KELULUSAN PKT B/VI/2021, maka dengan ini PKBM Hutuo Lestari menetapkan kelulusan peserta didik paket B sebanyak 28 orang dari 29 orang yang terdiri dari 10 laki-laki dan 19 perempuan atau 97% kelulusan.

Selamat kami ucapkan kepada seluruh peserta didik. Semangat untuk melanjutkan kembali pendidikan anda ke jenjang selanjutnya yang lebih tinggi, baik di non formal maupun formal.

Cek Kelulusannya disini.

Keterbatasan Akses tidak Menyurutkan Semangat Peserta UPK Paket A

0

Sampai dengan hari terakhir pelaksanaan UPK paket A kelas VI PKBM Hutuo Lestari, pesertanya berjumlah 51 orang, di mana laki-laki berjumlah 19 orang dan perempuan 32 orang, yang terbagi menjadi dua kelompok belajar yakni di Desa Tapaluluo Kec. Telaga Biru yang berjumlah 30 orang dan di Desa Liyodu Kec. Bongomeme yang berjumlah 20 orang.

Dari jumlah tersebut, ada satu orang warga belajar yang menarik perhatian, Ia adalah Isnawati Abdullah. Perempuan 29 tahun ini berdomisili di Desa Paris, Kecamatan Mootilango. Secara geografis, alamat tersebut cukup jauh, membutuhkan waktu kurang lebih 1-2 jam untuk mencapai lokasi ujian di PKBM Hutuo Lestari.

“Isna tinggal di mana?” tanya saya.
“Saya tinggal di rumah tante bu, di Pulubala,” jawabnya ramah.

Bukan tanpa alasan, tidak adanya SPNF di wilayah Kecamatan Mootilango baik PKBM maupun SKB yang melaksanakan ujian Paket A, dan keterbatasan akses internet, serta jarak yang cukup jauh juga menjadi alasan Isna memilih tinggal di rumah tantenya yang berada di Desa Pulubala, Kecamatan Pulubala. dengan begitu Isna bisa datang lebih cepat saat pelaksanaan ujian di PKBM Hutuo Lestari.

Isna termasuk peserta didik yang rajin, bahkan menurut pengawas ujian, Tantawi Latief, Ia sangat berhati-hati dalam mengerjakan soal. Hal itu terlihat dari waktu pengerjaan yang benar-benar ia manfaatkan.

“Anak ini salah satu peserta didik yang rajin dan sangat berhati-hati saat mengerjakan soal,” kata Tantawi.

Seusai mengerjakan soal, Isna mengatakan apa yang Ia lakukan sekarang ini semata-mata ingin memberikan hasil terbaik, karena ingin segera melanjutkan ke jenjang Paket B meski harus melalui akses puluhan kilometer dari rumahnya menuju PKBM Hutuo Lestari, dan meninggalkan suaminya untuk sementara waktu.

Peserta UPK Paket A di Desa Liyodu
Peserta UPK Paket A di Desa Tapaluluo

PKBM Hutuo Lestari Mendapatkan Kunjungan dari BPKP

0

Selasa, 4 Mei 2021 PKBM Hutuo Lestari mendapatkan kunjungan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Gorontalo. Rencana kunjungan ini sudah kami dapatkan melalui sambungan telepon Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas.

pukul 11.00 WITA tiga orang tim dari BPKP pun tiba dan mulai menyampaikan maksud dan tujuannya. Ternyata dugaan kami salah. Kiranya kedatangan mereka untuk mengaudit laporan keuangan BOP. Namun, kenyataannya maksud dan tujuan kedatangan mereka adalah untuk memverifikasi kesesuaian data demi cairnya BOP tahun 2021.

Ibu Susi pun memberikan selembar kertas yang berisikan permintaan dokumen yang harus pihak PKBM siapkan. Diantaranya dokumen kelembagaan berupa akta notaris, izin operasional, NPWP, buku rekening, dsb. Selanjutnya lebih kepada dokumen yang berkaitan dengan Dapodik. Mulai dari SK Operator, Data Peserta Didik sesuai dengan Dapodik, dsb.

Sembari operator PKBM menyiapkannya. Ibu Ketua PKBM mendapatkan lima nama yang terindikasi residu dengan lembaga lain. Diantaranya:

  1. Maryam Kasim
  2. Maryam Ismail
  3. Ismail Hasan
  4. Hasan Ibrahim
  5. Indri Hamzah

Untuk Maryam Kasim satuan lembaga membuktikan dengan adanya SK kelulusan dimana yang bersangkutan baru saja dinyatakan lulus sebagai alumni Paket C Tahun Pelajaran 2020/2021.

Sedangkan Maryam Ismail beruntung karena pada saat yang sama sedang mengerjakan soal UPK Paket B Matematika di hari kedua, sehingga bisa diwawancarai langsung oleh mereka dan menyatakan tidak pernah mendaftar di PKBM lain. Hanya saja memang pernah ada lembaga yang memintakan KTPnya tanpa memberitau bahwa itu akan digunakan untuk pendaftaran ke PKBM lain.

Pihak BPKP yang sedang mewawancarai Maryam Ismail

Adapun Ismail Hasan, Hasan Ibrahim dan Indri Hamzah ganda dengan lembaga lain. Namun dikarenakan PKBM Hutuo Lestari dapat membuktikan dengan data mereka di dapodik, adanya presensi dan bukti dokumentasi pembelajaran maka dengan bukti-bukti tersebut pihak BPKP akan melayangkan surat perintah bagi lembaga lainnya untuk mengeluarkan peserta didik ganda tersebut dari lembaga lain. Dan wajib dibuktikan dengan adanya bukti bahwa peserta didik tadi telah benar-benar dikeluarkan dan tidak lagi ganda dengan PKBM Hutuo Lestari.

Agenda terus berjalan dengan diwawancarainya 10 orang sample peserta didik. Dalam hal ini PKBM Hutuo Lestari mengutus:

  1. Isnawati Abdullah (Kelas VI)
  2. Elsa Septiana Tan (Kelas IX)
  3. Marta Monoarfa (Kelas IX)
  4. Maryam Ismail (Kelas IX)
  5. Retni Harun (Kelas IX)
  6. Sri Mariyani Udango (Kelas IX)
  7. Rahman Otaya (Kelas XI)
  8. Djumrin Hasan Rahman (Kelas XI)
  9. Abdul Khair Syabani (Kelas XII)
  10. Faisal Laiya (Kelas XII)
  11. Rahman Paramata (Kelas XII)
  12. Rahmawati Djafar (Kelas XII)

Setelah kegiatan wawancara selesai, mereka pun saling bertukar pengalaman tentang pertanyaan apa saja yang mereka peroleh, diantaranya data pribadi, pengalaman pembelajaran selama pandemi, hingga saran untuk lembaga.

Pihak BPKP yang sedang mewawancarai peserta didik lainnya

 

PKBM Hutuo Lestari Mengumumkan Kelulusan Paket C secara Tatap Muka

0

Berdasarkan Prosedur Operasional Standar Ujian Pendidikan Kesetaraan Tingkat Satuan Pendidikan (POS UPK) Tahun Pelajaran 2020/2021 tentang Pengumuman Kelulusan Satuan Pendidikan jenjang pendidikan Paket C adalah Senin, 3 Mei 2021.

Menindaklanjuti hal tersebut satuan lembaga PKBM Hutuo Lestari melaksanakan rapat Dewan Tutor untuk penetapan kelulusan pada hari Sabtu, 1 Mei 2021. Yang ditindaklanjuti dengan terbitnya Berita Acara, SK, dan dokumen pendukung lainnya.

Pengumuman kelulusan disampaikan oleh Penilik Kesetaraan Kec. Limboto Lambatong, S.Pd, dimana terdapat 27 orang yang dinyatakan LULUS dan 2 orang yang dinyatakan TIDAK LULUS. Sehingga untuk persentase kelulusan Paket C binaan PKBM Hutuo Lestari Tahun Pelajaran 2020/2021 ini sebesar 93%.

Dalam penyampaiannya, Lambatong memberikan motivasi bahwa ijazah yang kelak akan mereka terima tentunya bukanlah akhir, melainkan awal untuk meningkatkan kapasitas pengembangan diri baik dengan melanjutkan pendidikan, bekerja maupun berwirausaha. Sehingganya nantinya dapat membantu perekonomian keluarga agar taraf hidup lebih baik.

Hari Terakhir UPK, PKBM Hutuo Lestari Laksanakan Secara Daring

0

PKBM Hutuo Lestari melaksanakan hari terakhir Ujian Pendidikan Kesetaraan secara daring. Hal ini dilakukan guna meminimalisir penggunaan biaya penggandaan soal, mengingat BOP dari pemerintah belum tersalurkan akibat juknis BOP yang tak kunjung terbit sampai dengan hari ini.

Berdasarkan data di lapangan, belum ada satu pun PKBM di Gorontalo yang melaksanakan UPK secara daring. Untuk itu, PKBM Hutuo Lestari berinovasi menyelenggaran UPK Sosiologi di hari terakhir secara daring, meskipun akhirnya menjadi blended concept karena dihari pertama sampai dengan ke empat sebelumnya menggunakan UPK secara luring.

Memilih menyelenggarakan UPK secara daring juga menjadi salah satu solusi bagi peserta didik yang tidak bisa hadir sesuai jadwal dikarenakan bekerja. Contoh kasus misalnya Faisal Laiya, sejak pekan lalu sangat khawatir dengan jadwal ujian di hari Jumat karena masih ada agenda acara halal bil halal di Masjid dan akan dihadiri oleh wakil bupati, sedangkan dirinya bertugas dan bertanggung jawab pada bagian sound sistem. Sehingganya, bagi Faisal dan juga peserta didik lainnya dengan fleksibilitas ini tentu sangat membantu.

Adapun soal UPK Sosiologi secara Daring ini diperoleh dengan sumber yang sama dengan yang ujian UPK luring, yakni melalui Forum Tutor Pendidikan Kesetaraan Provinsi Gorontalo.

Tantawi Abd Latif selaku tutor Sosiologi Paket C mengungkapkan bahwa UPK Daring ini sangat membantu memudahkan kinerja tutor dalam hal pemeriksaan jawaban dan penilaian yang tidak perlu lagi secara manual karena sudah otomatis oleh sistem.

Untuk UPK Daring yang dilaksanakan PKBM Hutuo Lestari masih menggunakan media Google Form. Besar harapan ketua dan pengelola untuk kedepan dapat lebih memaksimalkan pemanfaatan seTARA Daring yang memang merupakan aplikasi Learning Management System yang dirancang untuk pembelajaran jarak jauh pendidikan kesetaraan.

Hujan disertai Angin Kencang tak Menyurutkan Semangat Peserta Didik UPK Hari Keempat

0

“Ibu jadi mo ke SMP 3? Soalnya ibu ada ujan deras disertai angin,” tanya Rahmawaty Djafar melalui grup whatsapp Peserta UPK C Kelas XII pukul 06.15 WITA.

“Iya, tetap datang” jawab Ibu Tuti Kustia selaku ketua PKBM Hutuo Lestari.

Seakan belum puas dengan jawaban Ibu Ketua, Rahmawaty kembali memastikan.

“Ibu, biar ada hujan?”

Teringat puisi masa kecil yang saya pun tidak tau siapa penciptanya, namun hingga kini masih relevan dengan kejadian pagi tadi (Kamis, 08/04/2021) yakni Walau hujan, aku tetap pergi kesekolah.

Mungkin sajak itu pula yang menjadi penguat dipagi yang penuh berkah ini.

Walau hujan Kelas XII Paket C tetap ujian Ekonomi dan Sejarah.

Ba sombar dulu say, nanti sudah berhenti hujan baru datang” balas bu Ketua.

Sekali lagi, Rahmawaty kembali memastikan, namun kali ini sedikit bermohon, “Ibu, biar terlambat tidak apa?”

“Iya, tidak apa-apa, disini juga masih hujan keras, tetap ditunggu ya” Begitulah sedikit percakapan yang menemani dinginnya hujan dan angin pagi ini.

Nomor satu dari soal Ekonomi tentang pemenuhan kebutuhan seakan menjadi jawaban mengapa peserta didik tetap hadir meskipun hujan dan angin kencang. Soal mengenai Elastisitas Permintaan dan Mekanisme pasar tak lagi terasa sulit untuk dikerjakan karena kesadaran terhadap kebutuhan selembar ijazah Paket C.

Sumber-sumber Sejarah pada soal kedua mata ujian Sejarah seakan memaksa ingatan masa lampau beberapa peserta didik, dimana masa lalu yang mereka pilih menjadi takdir yang kini akhirnya harus ditebus dengan harus mengisi kembali soal sumber sejarah pada UPK hari ini.

Tak terasa dua mata ujian di hari keempat hampir selesai. Pukul 10.43 melalui chat whatsapp salah satu tim yang rencananya akan turun monitoring bersama Bapak Kepala Balai Pengembangan PAUD dan Dikmas Gorontalo mengabarkan bahwa “Pak Bambang batal kesitu” dengan emotikon tangan permohonan maaf. Pesan tersebut pun menjadi penutup UPK dihari keempat. Semoga hari esok cerah dan UPK dihari terakhir  dapat berjalan dengan lancar.

Foto Bersama setelah UPK Hari Keempat